AGGR-PHOTOGRAPHY

By: ZaminOmar Personal Photoblog

[Recommend this Fotopage] | [Share this Fotopage]
View complete fotopage

Friday, 27-Jul-2007 00:00 Email | Share | Bookmark
Paparazi mengejar artis panas

full time photographer
coverage : unlimited,around da world (kalo kena dgn bayarannya laa)

>>(019-6405516)
>>YM>>azroy_kirana_muzaini
>>shoot mostly "EVERYTHING"
>>specialize in
- wedding photography
- modeling
- events
- private investigator(photography only)
- commercials
- convocation
- photografer tambahan bagi company yg berminat jika saya free dan kena bayarannya.
- & etc
>>need my service?just email me or call...
DEAR ALL COUSTOMER : Sekiranya ingan membuat tempahan perkhidmatan AGGR boleh call terus d 017-5999914 ataupun email di zaminomar@gmail.com



aku dah penat dikejar paparazi....tidakkkkkkkkk


Tuhan....tolong......jauhkn paparazi ini dari aku!!


Aku tau aku hensem....makasih ambik gambaq aku......tang perut 2 hg edit sket bg kempis k!!


mawi"hensem gak hang naaa....mlm ni ang pree dak?"aswat"line clearrrrrrrrrrrrrr"



Aku Bukan Shakespeare!


Merentas kulit bumi dari Esplanade ke Arab Street
Tertawa bersama bayu yang menyapa cinta
Yang terlukis dalam Anthony dan Cleopatra
Soneta cinta Venus dan Adonis stanza derita
Kisah tragis Macbeth dan Hamlet, Ophelia teraniaya

Tetapi, aku bukan Shakespeare!
Aku tidak mahu jadi seperti Shakespeare!

Aku lebih tersentuh dengan gemuruh ombak Chairil
Coretan selaksa sengketa dunia Rasiah
Aku ingin menapaki gunung bersama Suratman
Memijak awan putih memimpin Masuri

Aku ingin menulis, ibarat …
Mencari telaga jernih di lembah kasih
Di antara belantara resah dan kecewa
Bertangis duka menghentak kalbu merintih
Berkelana dengan deraian harapan
Bernyanyi dengan nada kemerduan
Mencapai kejora hikmah untuk Melayuku raih

Ku lukis segenap pupusnya asa tanpa tujuan pasti
Ku untai kata-kata cinta pada Tuhanku Ilahi
Bersama benang-benang kasih yang terjalin
Menjadi sulaman indah tatapan yang lain

Aku juga perlu lukiskan rindu
Seperti Amir Hamzah yang namanya
Sering ku ucap di bibir keringku
Ibarat menitiskan embun di pucuk daunan
Rindu yang pasti, rinduku pada Tuhan

Di Baghdad Street bersama secangkir teh halia
Terasa sepi nan menikam sukma hilang lari
Tak ku pedulikan hingar bingar dan kelipan cahaya
Denyut nadi aku pantas bergetaranMasjid Sultan melaungkan azan
Buku-buku Shakespeare ku tinggalkan

Puisi teguhku terkunci di lorong diri
Lingkar takdir, di situ ketentuan Ilahi
Gundah yang mengusik dibiarkan sahaja
Waktu untuk bersama Sang Pencipta sudah tiba.







View complete fotopage


© Pidgin Technologies Ltd. 2016

ns4008464.ip-198-27-69.net